Selasa, 13 Desember 2016

Psikologi Klinis : Menangani Anak-Anak

MyPsyche Journal

:: Menangani Anak Anak melalui intervensi lintas lingkungan::

 

Minggu, 11 Desember 2016

MENDIDIK ANAK PERLU KESABARAN

Bersabarlah Dalam Mendidik Anak
- Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc -

Setuju tidak, bahwa merawat dan mendidik anak itu butuh bergunung-gunung kesabaran? Dari pagi sampai malam kita harus menghadapi tingkah polah anak yang tak ada habisnya. Tak mau turun dari gendongan, bertengkar dengan adiknya, sering kebobolan ngompol saat toilet training, mudah menangis, tidak mau makan, merengek tak hentinya minta jajan, dan tentu masih banyak lagi yang lainnya. Padahal kita pun sudah lelah dengan pekerjaan rumah yang tak kunjung ada habisnya.

Ketika itu mungkin emosi kita sudah memuncak hingga ubun-ubun, kepala serasa mau pecah, dada terasa sesak. Saat itu yang kita butuhkan adalah kejernihan pikiran sehingga bukan amarah yang menguasai kita. Disaat seperti itulah mestinya kita mau merenungkan sebuah hadits yang diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Shuhaib radhiyallahu’anhu,

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

”Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik untuknya. Dan hal itu tidak ada kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan maka dia pun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan untuknya. Apabila dia tertimpa kesulitan maka dia pun bersabar, maka hal itu juga sebuah kebaikan untuknya.” (HR. Muslim [2999] lihat al-Minhaj Syarh Shahih Muslim[9/241])

Anak adalah ujian bagi orang tuanya. Jika kita mampu bersabar dalam mendidik mereka tentu akan ada balasan pahala dari Allah, dan kelak kita akan menuai buah dari kesabaran yang manis bagaikan madu. Yaitu ketika mereka telah dewasa, kala mereka telah terbiasa dan terdidik dengan kebaikan yang kita ajarkan dan mereka menjadi manusia yang taat pada Rabbnya. Doa-doa yang selalu mereka panjatkan untuk kita adalah harta dan investasi yang tak ternilai harganya. Lalu seperti apa saja aplikasi kesabaran dalam mendidik anak?

Berikut beberapa contohnya aplikasi kesabaran dalam mendidik anak,

1. Sabar dalam mengajarkan kebaikan pada anak

Salah satu bagian dari kesabaran yang dijelaskan para ulama adalah kesabaran dalam melakukan ketaatan pada Allah. Sabar dalam mengajarkan kebaikan pada anakpun termasuk dalam kategori ini. Mengajarkan kebaikan membutuhkan kesabaran seorang ibu. Mengajarkan doa-doa harian, adab dan akhlak yang baik, menghafal qur’an, dan lain sebagainya.
   
2. Sabar menjawab pertanyaan anak

Dalam masa tumbuh kembangnya, anak akan mengalami fase dimana ia akan selalu bertanya tentang hal-hal di sekelilingnya mulai dari hal yan besar sampai hal-hal yang sepele. Jangan keluhkan hal ini, wahai Ibu! Bersabarlah menjawab setiap pertanyaan anak kita karena dengan anak bertanya pada kita sesungguhnya ia menaruh kepercayaan pada kita sebagai orang tuanya. Jika kita ogah-ogahan atau malah marah-marah dengan pertanyaan yang anak lontarkan maka anak mungkin akan jera bertanya lagi dan ia tak akan menaruh kepercayaan lagi pada kita sehingga akan bertanya pada orang lain. Lalu apa jadinya jika ia bertanya pada orang yang tidak tepat sehingga mendapat jawaban yang berbahaya bagi agamanya?

3. Sabar menjadi pendengar dan teman yang baik

Termasuk sifat sabar dalam mendidik anak adalah menjadi pendengar yang baik. Jangan pernah mengganggap remeh curhatan anak kita, dengarkan dan komentari dengan bijak serta sisipi dengan nasehat.

4. Sabar ketika emosi memuncak

Menghadapi kelakuan anak yang terkadang nakal memang menjengkelkan. Saat inilah dibutuhkan kesabaran. Jika amarah itu datang cobalah sementara untuk menjauh dari anak hingga emosi kita mereda. Setelah reda, baru dekati anak lagi dan cobalah menasehatinya. Menasehati anak sambil marah-marah tidak akan ada gunanya dan tidak memberikan kesadaran bagi anak.
   
4. Sabar jika ikhtiar kita dalam mendidik anak belum menunjukkan hasil yang maksimal
   
Bersabarlah jika belum ada hasil yang maksimal dalam mendidik anak kita. Selalulah ingat bahwa Allah akan selalu melihat proses bukan hasil. Setiap ikhtiar kita mendidik anak akan Allah balas meskipun itu hal yang kecil. Selalulah mendoakan anak kita agar mereka menjadi anak yang shalih-shalihah.

Penuh Onak dan Duri

Mendidik anak itu tidak mudah, akan ada onak dan duri. Memupuk kesabaran juga bukan perkara gampang. Bukankah kita tahu bersama bahwa jalan menuju surganya Allah penuh dengan hal-hal yang tidak kita sukai apalagi wanita memang memiliki sifat suka berkeluh kesah. Jadi bersemangatlah berusaha menjadi ibu yang sabar, semoga tips ini dapat membantu:

1. Berlatihlah untuk sabar, dan ini harus bertahap tidaklah mungkin akan langsung bisa.
2. Berdoa pada Allah agar menyuburkan sifat sabar dalam jiwa kita.
3. Membaca tentang keutamaan sifat sabar dan juga kisah Nabi dan shahabat serta orang-orang shalih ketika mendidik anak-anak mereka.
4. Sabar itu bisa naik dan turun, maka rajinlah mencharge kesabaran kita dengan banyak membaca, menghadiri majelis ilmu, serta berkawan dengan teman yang shalihah agar bisa menasehati kita untuk bersabar.
5. Saling mengingatkan dengan partner kita dalam mendidik anak, yaitu suami kita.

Bukalah mata kita, banyak orang tua yang belum dikaruniai anak atau dikaruniai anak namun memiliki ‘keterbatasan’ yang menjadikan anak sukar dididik. Ingatlah hal itu sehingga dengan itu kita akan banyak bersyukur dan berusaha keras memupuk kesabaran dalam mendidik anak-anak kita. Selalulah ingat bahwa anak adalah invetasi kita di akhirat kelak. Ibarat bercocok tanam, tanamlah benih unggul dan sabarlah merawatnya, maka kelak kita akan menyemai buah yang ranum.

Penulis: Saudariku, Win Nugrahaeni Ummu Nafisah

Artikel Muslimah.Or.Id

SEMINAR GIZI SEIMBANG ANAK USIA DINI

🍌🍌🍌🍌
Seminar Gizi:
*PEDOMAN GIZI SEIMBANG DALAM USAHA MENCAPAI GIZI OPTIMAL ANAK PRA SEKOLAH*
Pemateri: FEBITARIA TAHAJJADDATI

☑ *PERAN IBU*
-ibu lah yang mengatur pola makan anak dan keluarga
-ibu lah yg menyiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi makan keluarga
(Mengatur anggaran, menu keluarga, evaluasi habis nggaknya makannya)
- madrasah pertama bagi anak anak.
Ibulah yg paling banyak berinteraksi dgn anak di rumah, komunikasi jg lebih banyak dibanding ayah dan paling dominan mengajarkan pola makan sehat. Maka ibu lebih utama mengerti ilmu ttg kesehatan gizi anak sblm mengajari anaknya.

☑*ANAK YG SEHAT AKAN...*
- Membentuk kebiasaan baik sampai dewasa
- Membentuk generasi sehat,kuat,dan berdaya saing
- Mampu mjd tauladan yang baik bagi anak anak kelak.

☑*PEDOMAN MAKAN*
4 SEHAT 5 SEMPURNA sekarang sdh tidak relevan. Susu dianggap tdk wajib lagi.
Susu merupakan makanan yg boleh diminum boleh juga tidak.
Susu memiliki kandungan kalsium yg tinggi, akan tetapi kandungan kalsium bs diambil jg dari sayuran: Brokoli, buah pisang, yogurt dsb.
Minum,susu tidak boleh lebih setengah liter sehari. Bila berlebih:
1. Obesitas
2. Sulit makan karena sdh terpenuhinya perut dgn cairan
Maka keberadaan susu dianggap bukan penyempurna lagi .

Pemerintah sudah mensosialisasikan  PEDOMAN GIZI SEIMBANG sbg pengganti 4sehat5sempurna.  Dikenal juga sebagai  4BINTANG.

☑*SEPULUH PEDOMAN GIZI SEIMBANG*
1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan. Meliputi berdoa sblm makan, tidak terburu-buru, mengunyah dengan sempurna, dsb
2. Banyak makan sayuran dan cukup buah.
*WARNA HIJAU:*
Menghambat sel yg tidak diinginkan dan meregenerasi sel yang rusak.
Mengandung asam folat tinggi.
Contoh: brokoli mengandung asam folat
Sawi mengandung kalsium

*WARNA COKELAT/PUTIH:*
Mengandung alicin: Antivirus dan antibakreri, dan sumber potasium yang baik.
Contoh:pisang, kentang, bawangputih

WARNA MERAH:
Kandungan likopen: Antioksidan kuat menurunkan resiko kanker dan jantung.
Contoh: tomat,  stawberi

*WARNA UNGU*
Mengandung antosianin: Menurunkan resiko kanker dan jantung
Contoh: terong

*JINGGA KUNING*
Kandungan betakaroten: Vitamin A.
Menjaga kesehatan mukosa pencernaan.
Contoh: wortel,  pepaya

3. BIASAKAN BERBAGAI MACAM RAGAM MAKANAN
Makanan pokok banyak mengandung karbohidrat kompleks.

4. Biasakan konsumsi aneka lauk protein tinggi.
Kalau bisa sekali makan, ada protein hewani dan nabati, boleh didahulukan hewani dulu.
Daging merah banyak mengandung zat besi yang dibutuhkan anak.
Membantu penyerapan zat besi : vit. C
Menghambat penyerapan zat besi : teh, susu, kafein

5. Batasi konsumsi pangan yang manis, asin, dan berlemak.
-Gula maksimal 4 sendok makan
-Garam maksimal 1 sendok teh
-Lemak 5 sendok makan
Minyak yg lbh bagus digunakan adalah minyak zaitun atau minyak kelapa. Margarin tidak lagi dianjurkan dan bisa diganti butter.
Dalam MPASi menambahkan minyak dalam makanan yg siap makan dapat mencegah konstipasi.
 Anak2 masih membutuhkan minyak jd jangan bandingkan dg org dewasa yg harus diet dr minyak.
Lemak baik dapat membantu pembentukan jaringan sel-sel otak pada anak.

6. Biasakan sarapan pagi
Sarapan adalah makan utama, makanan yg paling penting dibanding makan siang atau malam.
Telur juga bagus utk sarapan.

7. Minum air putih yang cukup dan aman. Setidaknya 2 liter sehari.
8. Biasakan membaca label makanan
Prosentase AKG dicermati:
AKG : ANGKA KECUKUPAN GIZI
- Natrium sebaiknya diminimalkan krn tmsk garam.

9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih.

 Langkah cuci tangan:
Cara Cuci Tangan Dengan Sabun Menurut WHO
(1.) Basahi tangan dg air bersih yang mengalir
(2) Usap dan gosok telapak tangan,  punggung dan sela hari jari
(3) Bersihkan  bagian bawah
Kuku kuku
(4)Bilas dengan air bersih mengalir
(5)  keringkan dengan tisu bersih, handuk, atau angin anginkan agar kering sendiri.

10. Lakukan aktivitas fisik cukup dan pertahankan berat badan normal.
BMI : untuk dewasa usia > 18 tahun
Untuk anak-anak memakai grafik dari CDC.
Rumus BMI : bb (dalam kg) / (TB) kuadrat dalam meter
 BMI :
< 18 : gizi kurang
18-23 : normal
23,01 - 30 : gizi lebih
> 30 : obesitas

☑*CIRI ANAK SEHAT*
1. Bertambah umur bertambah berat, bertambah tinggi (proposional antara umur , berat,dan tinggi)
2. Postur tubuh tegap dan otot padat
3. Rambut berkilau dan kuat
4. Kulit dan kuku bersih tidak pucat
5. Wajah ceria mata bening bibir segar
6. Gigi bersih dan gusi merah muda
7. Nafsu makan baik dan BAB teratur.
8. Bergerak aktif dan bicara lancar sesuai umur.
9. Penuh perhatian dan bereaksi aktif.
10. Tidur nyenyak.

TKIT AL QUDWAH,
20 November 2016.
🌷🌷🌷🌹🌹🌷🌹🌹🌹🌷🌷🌹🌹🌷🌺🎁🎁🎁

Selasa, 26 April 2016

"Anakku, Semoga Aku ikhlas Mendidikmu..."

🌹👑🌹👑🌹👑🌹👑🌹👑
⏩Parenting #3 Anakku Semoga Aku Ikhlas Mendidikmu

👤Ustadz Amir As Soronjy حفظه الله

🏩SDIT Yaa Bunayya Yogyakarta


Mendidik anak adalah ibadah, sehingga harus ikhlas. Bukan hanya rutinitas atau kebiasaan sehari2

🎯Allah berfirman dalam surat Al Bayyinah : 5. Tidaklah mereka diperintahkan kecuali beribadah dengan ikhlas.

🔰Hadits Nabi : sesungguhnya amal itu tergantung niatnya. (H.R Bukhari & Muslim)

💡Pahala mendidik anak tergantung keikhlasannya. Pendidik yang ikhlas akan mendapatkan keutamaan2 mendidik anak

🍥Orang yang tidak ikhlas mendidik anak, tidak akan mendapat keutamaan2 tsb. Bahkan bisa jatuh kepada kemusyrikan. Misalnya hanya ingin dipuji dan disanjung. Ini termasuk riya' dan sum'ah.

🍬Kalau kita ikhlas mendidik mereka, kita akan sukses dan berhasil. Sebagaimana para Nabi dan Rasul dalam mendidik kaumnya.

📝Allah berfirman dalam surat Hud : 29 & 51.
Nabi Nuh dan Nabi Hud berkata: Wahai kaumku. Aku tidak meminta harta atau upah. Upahku hanya dari Allah.

🌾Orang yang ikhlas adalah orang yang medidik anak sesuai apa yg diinginkan oleh Allah & Rasul-Nya yaitu dengan ilmu & sabar. Pendidikan membutuhkan kesabaran, krn pendidikan adalah proses.

🔢 Tips mencetak anak yang shalih:
1⃣ Mendidik mereka dgn Al-Qur'an & As-Sunnah, krn keduanya telah memberikan perhatian khusus mengenai pendidikan

2⃣ Membaca buku2 para ulama yang berkaitan dgn pendidikan anak

3⃣ Mengambil ibrah/pelajaran/pengalaman dari orang2 yang telah berhasil mendidik anak2 mereka.

💦Ketika anak2 masih kecil, PAUD, TK, SD adalah masa2 yg sangat penting. Ini ibarat tanaman yang mungil. Butuh air, udara, cahaya matahari agar tumbuh besar dan kuat. Demikian halnya dengan anak2 membutuhkan kontrol dan pengarahan sejak kecil agar mereka terbiasa melakukan kebaikan.

🌴Kita dapati pada masa sekarang, kebanyakan ummahat mengadukan anak2 mereka. Misalnya anak2 mereka tidak terbiasa shalat shubuh di masjid. Hal ini karena tidak dibiasakan sejak kecil. Di Indonesia bukan hanya anak2 saja, namun juga orang tuanya tidak shalat di masjid. Waliyadzubillah

🕋Ada kisah seorang anak SD kelas 3 yang selalu shalat berjama'ah di masjid, suatu ketika sedang musim dingin di Saudi, ia tetap berangkat. Kemudian salah satu makmum masjid menegur bapaknya, kenapa kamu tidak mencegah anakmu untuk berangkat ke masjid karena cuaca dingin sekali. Bapaknya jawab: Itu kemauannya anaknya sendiri, krn sejak kecil ia sdh terbiasa melakukanya. Disamping itu jarak antara waktu shubuh dengan waktu sekolah hanya satu jam. Setelah shalat subuh, ia langsung berangkat ke sekolah.
Bapaknya melanjutkan: Klw kita sebagai orang tua tdk mempermsalahkan anak pergi ke sekolah pada saat musim dingin. Kenapa kita harus mempermasalahkan anak pergi ke masjid pada saat musim dingin!
Akhirnya ketika usia dewasa, ia terbiasa melakukan shalah berjamaah.

🌅Imam Ahmad bin Hanbal hidup di Baghdad bersama ibunya, sedang ayahnya sudah wafat. Imam Ahmad bercerita: Apabila fajar tiba, ibuku membangunkanku dan memanaskan air untukku agar aku bisa berwudhu. -saat itu umur Imam Ahmad adalah 10 tahun-. Saat itu kami mengerjakan shalat malam lalu istirahat sebentar hingga dikumandangkan adzan shubuh. Lalu sang ibu mengantarnya ke masjid untuk shalat shuhuh karena pada saat itu pasar masih gelap dan banyak binatang buas. Ibunya menunggunya hingga selesai shalat. Setelah dewasa, ibunya menyuruh Imam Ahmad untuk menuntut ilmu. Ibunya Imam Ahmad ini tentu mendapatkan pahala yang besar karena sukses mendidik anaknya dan akan menuai hasilnya melalui anaknya tersebut. Beliau menghafal satu juta hadits beserta sanadnya dari ibu yang tangguh dan luar biasa.

❤Anak merupakan nikmat yang sangat besar dan agung. Mungkin orang yang punya anak banyak tidak terlalu merasakan nikmat ini, berbeda dengan orang yang tidak punya anak, baginya anak adalah kenikmatan yg sangat besar.

🍯Cara mensyukuri nikmat ini yaitu dengan mendidiknya dengan baik. Kalau orang tua melalaikan tugas ini, maka orang tua akan ditanya oleh Allah tentang amanah dan tanggung jawab ini❓Semua akan ditanya
baik suami, istri, maupun seorang guru. Apakah sudah mendidik anaknya dengan baik atau tidak.

🔜Sejak kapan orang tua bertanggung jawab atas pendidikan anak?
Jawabannya adalah sejak sebelum akad. Pilihlah pasangan yang baik agama dan akhlaknya wanita yang baik agamanya.

💞Laki2 yg shalih mencari wanita yang shalihah, begitu juga sebaliknya. Seperti petani yang ingin menanam tanaman supaya mendapat tanaman yang baik dan subur, maka ia akan mencari tanah yg baik & subur.

⚠Nabi sudah mengingatkan hal ini jauh2 hari. Disamping itu Rasul perintahkan untuk berdo'a sebelum berhubungan intim agar setan tidak mengganggu anak tersebut selama-lamanya ketika ditakdirkan punya anak.

✅Setelah menikah, dianjurkan mendoakan anak terus menerus jangan pernah berhenti. Berdoa sejak dalam kandungan, sejak lahir, sejak kecil dan selama ia tumbuh menjadi dewasa, dst...

💝Nabi Zakariya berdoa: Yaa Allah karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik. (Ali-Imran: 38)

🔆Istri 'Imran atau ibunya Maryam pernah berdoa: Ingatlah ketika istri 'Imran: aku bernadzar kepadaMu, anak yang aku kandung menjadi anak yang shalih di Baitul Maqdis. Allah lebih tau dari siapa ia melahirkan, semoga Allah melindungi anakku dan menjauhi dari godaan setan. (Ali-Imran: 34-36).

🌀Banyak kisah tentang ibu2 yang mendoakan anaknya dengan doa tersebut, anak tersebut menjadi mudah dididik.

🗣Apa yang anak2 tanyakan saat ini, harus dijawab dengan logis karena anak2 saat ini banyak yang kritis. Tidak cukup kita jelaskan dengan pahala dan dosa. (Sulit untuk dididik), mungkin hal itu disebabkan ibunya tidak berdoa ketika mengandung & melahirkannya.

Maka itu, usahakan para ibu berdoa dengan doa istri 'Imran tersebut saat melahirkan.

🌼Ummu Sulaim mengajarkan kalimat tauhid kepada Anas, lalu bapaknya menegur jangan merusaknya. Ummu Sulaim menjawab: aku tidak merusaknya.

🌻Saat Anas bin Malik masih kecil tinggal di Madinah, Rasul tinggal di Mekah. Anas & sahabat2 yang lain menanti Rasulullah. Ketika Rasulullah tiba, mereka sangat senang. Hal ini karena Anas bin Malik sudah ditanamkan mencintai Allah dan RasulNya sejak kecil.

🌤Kisah anak SD kelas 5 yang biasa shalat dhuha, suati hari ia tidak shalat dhuha karena waktunya sangat mepet. Namun pada hari itu ia merasa gelisah. Mengapa hal ini bisa terjadi? Tidak lain adalah karena sudah dibiasakan.

🍬Biasanya anak senang diksaih hadiah & menyukai orang yg memberikan hadiah kepadanya. Seandainya anak diingatkan; yang beri kamu pakaian, makanan, minuman, kesehatan, dll setiap hari adalah Allah, nicaya ia akan cinta & sangat sayang kepada Allah. mendapatkan sesuatu dari orang lain. Diingatkan bahwa segala rizki yang ia dapatkan dari Allah, maka kelak akan tertanam dalam dirinha kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

🍇Kisah seorang ayah membawa buah2an ketika pulang, sedang orang tuanya sedang membicarakan sesuatu, tiba2 anak itu mengatakan: aku cinta kepada Rabbku. Ketika ditanya kenapa? Anak menjawab karena buah2an ini dari-Nya. Terkadang orang tua lalai, lalu diingatkan oleh anaknya.

🏁Sebagian orang merasa lelah menasehati anaknya, kenapa anak saya bandel, padahal saya sudah menasehatinya berkali.

💗Ada kisah seorang anak yang ngeyel dan tidak pernah mendengarkan. Suatu ketika ia melihat peristiwa dimana temannya di sekolah ada yang dikeluarkan karena pacaran. Barulah anak tersebut menyadari apa yang dikatakan orang tuanya adalah suatu kebenaran.

🔑Inilah kunci mendidik anak yaitu harus berilmu dan bersabar. Jangan pernah bosan dalam mengingatkan & menasehati anak sampai hasilnya kita dapatkan. Mungkin tidak instan dan tidak sekarang. Namun suatu saat pasti kita mendapatkan hasilnya selama kita terus bersabar dalam menasehatinya.

🆗Semoga yang disampaikan ini dapat bermanfaat bagi kita semua آمين

🏫Yogyakarta, 23 April 2016 M
14 Rajab 1437 H

🔅🌹🔅🌹🔅🌹🔅🌹🔅

:: SDIT Yaa Bunayyaa ::

Berakidah Shahih, Beramal Shalih dan Berakhlak Mulia
☎ 0274 2921193
💻 www.sdityaabunayya.com
📧 sdityaabunayya.ypia@gmail.com